PERATURAN AKADEMIK

Peraturan Akademik Politeknik Sekayu terdiri dari 10 Bab yaitu ketentuan umum, penerimaan mahasiswa baru, program pendidikan dan biaya pendidikan, sistem penilaian prestasi, tata tertib, penghargaan  peringatan dan sanksi, pertanggungjawaban atas kerusakan dan kehilangan, kegiatan ekstrakurikuler, stop out dan pengunduran diri, dan ketentuan akhir, kesepuluh bab tersebut dijabarkan ke dalam  37 pasal dengan rincian selengkapnya adalah sebagai berikut :

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Pengertian Umum

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

  1. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar secara administratif dan akademik yang diselenggarakan Politeknik Sekayu;
  2. Registrasi administrasi adalah kegiatan administratif guna memperoleh status mahasiswa aktif pada program studi yang dipilih untuk satu semester yang berjalan sesuai dengan peraturan yang ada;
  3. Prestasi Akademik adalah nilai yang diperoleh mahasiswa berdasarkan hasil evaluasi studi yang dilaksanakan setiap semester;
  4. Laporan Akhir adalah tugas yang diberikan pada mahasiswa sebagai syarat menyelesaikan program DIII ;
  5. Pembimbing Akademik adalah dosen yang ditugaskan sebagai wali kelas dan diangkat dengan Keputusan Direktur untuk membimbing mahasiswa selama satu semester;
  6. Penilaian Sikap adalah penilaian yang didasarkan atas kehadiran dan ketaatan terhadap peraturan;
  7. Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan diluar jam perkuliahan yang meliputi kegiatan – kegiatan penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

BAB II

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Pasal 2

Waktu Penerimaan dan Daya Tampung

  1. Penerimaan mahasiswa baru dilakukan pada awal tahun akademik;
  2. Jumlah mahasiswa yang diterima pada setiap program studi disesuaikan dengan daya tampung yang ada di program studi masing – masing;
  3. Jumlah mahasiswa dalam satu kelas untuk setiap program studi ditetapkan maksimum 30 orang.
  4. Mekanisme dan waktu pelaksanaan penerimaan mahsiswa baru ditetapkan berdasarkan keputusan rapat senat.

 

Pasal 3

 Persyaratan Calon Mahasiswa

Calon mahasiswa yang akan diterima harus memenuhi persyaratan – persyaratan sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Warga Negara Asing sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007;
  3. Lulus SMA atau MA atau SMK sesuai dengan bidang studi yang dipilih;
  4. Berkelakuan baik, berjiwa dan berbadan sehat;
  5. Pada saat mendaftar umur calon tidak melebihi 21 tahun 
  6. Memenuhi ketentuan administrasi lainnya yang ditentukan berdasarkan keputusan rapat senat;
  7. Memenuhi syarat kesehatan untuk dapat mengikuti semua kegiatan pendidikan menurut program studi yang dipilih;
  8. Khusus program studi Teknik Informatika dan Teknik Pendingin dan Tata Udara tidak buta warna;
  9. Persyaratan tambahan yang dipandang perlu ditetapkan berdasarkan persetujuan rapat senat.

 

Pasal 4

Cara Penerimaan Mahasiswa

  1. Calon mahasiswa harus mengikuti proses seleksi melalui ujian tertulis (tes potensi akademik) dan tes lainnya yang ditetapkan berdasarkan rapat senat ;
  2. Calon mahasiswa harus mengikuti tes kesehatan yang dilaksanakan oleh institusi yang ditunjuk oleh Politeknik Sekayu;
  3. Calon mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa, adalah mereka yang lulus seleksi ujian tertulis dan tes kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

Pasal 5

Surat Pernyataan

Calon mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa Politeknik Sekayu, maka yang bersangkutan harus menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk mematuhi segala peraturan yang dikeluarkan oleh Politeknik dan harus disetujui oleh orang tua/ wali.

 

Pasal 6

Pendaftaran (Registrasi) Ulang dan Jadwal Pendidikan

  1. Bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama wajib melaksanakan pendaftaran (registrasi) ulang sebelum mengikuti kegiatan akademik;
  2. Kegiatan registrasi bagi setiap mahasiswa meliputi kegiatan registrasi administrasi;
  3. Registrasi ulang bagi mahasiswa baru dengan membawa dan menyerahkan persyaratan yang telah ditentukan dalam buku petunjuk pendaftaran ujian masuk;
  4. Mekanisme pendaftaran ulang sesuai dengan Keputusan Direktur;
  5. Jadwal pendidikan diatur dalam Kalender Akademik yang diterbitkan setiap tahun akademik baru dan perkuliahan diatur sesuai jadwal.

 

Pasal 7

Sanksi Kelalaian Registrasi Ulang

Apabila mahasiswa tidak melaksanakan registrasi pada waktu yang telah ditentukan, mahasiswa tersebut dinyatakan mengundurkan diridengan ketentuan dan sanksi dari pengunduran diri mahasiswa lama diatur dalam Pasal 34.


BAB III

PROGRAM PENDIDIKAN DAN BIAYA PENDIDIKAN

Pasal 8

Program Pendidikan

  1. Program Pendidikan terdiri dari Jurusan/Program Studi:
    1. Akuntansi (program D-3)
    2. Teknik Informatika (program D-3)
    3. Teknik Pendingin dan Tata Udara (program D-3)
    4. Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuahan (program D-3)
    5. Administrasi Bisnis dan Niaga (program D-3)
  1. Program Studi/jurusan yang dibuka untuk melaksanakan proses akademik ditentukan dengan keputusan direktur berdasarkan persetujuan rapat senat;
  2. Pendidikan diawali dengan Pendidikan Dasar Kedisiplinan (Diksarlin) yang wajib diikuti oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru dan kuliah perdana ;
  3. Bagi mahasiswa yang tidak lulus diksarlin tidak diperkenankan mengikuti kuliah pada semester III dan diwajibkan mengikuti diksarlin pada tahun akademik berikutnya;
  4. Pendidikan diselenggarakan dengan sistem paket dan kredit semester dengan lama belajar 3 tahun dengan beban Satuan Kredit Semester total 110-120 SKS . Satu semester akademik terdiri dari 18 minggu, setiap minggu pendidikan berlangsung 40 jam belajar;
  5. Kegiatan pembelajaran terdiri dari teori dan praktek sesuai dengan kurikulum;
  6. Pelaksanaan ketentuan lain didasarkan pada perundang – undangan dan peraturan yang berlaku diatur dengan Surat Keputusan Direktur.


Pasal 9

Biaya Pendidikan

  1. Uang kuliah dan biaya – biaya pendidikan lainnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui anggaran operasional Politeknik Sekayu yang besar dan penanggungannya disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin;
  2. Biaya-biaya yang tidak termasuk dalam biaya operasional penyelenggaraan pendidikan pada ayat (1) akan diatur dengan Ketetapan Direktur Politeknik setelah mendapat persetujuan dan pengesahan senat.

 

BAB IV

SISTEM PENILAIAN PRESTASI

 

Pasal 10

Sistem Penilaian

  1. Prestasi akademik mahasiswa ditentukan berdasarkan penilaian secara terus menerus terhadap penguasaan materi kuliah maupun sikap selama pembelajaran;
  2. Penguasaan terhadap materi mata kuliah dinilai dari sisi penguasaan teori dan hasil kegiatan praktik;
  3. Penilaian yang diberikan kepada mahasiswa untuk setiap mata kuliah didasarkan pada komponen nilai sebagai berikut :
  4. Mata kuliah teori dan/atau praktik dengan komponen nilai akhir :
    • Nilai Ujian Tengah Semester dan tugas-tugas berbobot 50%
    • Nilai Ujian Akhir Semester berbobot 50%
  5. Predikat kelulusan setiap semester ditetapkan berdasarkan hasil studi setiap semester yang dinyatakan dengan besarnya Indeks Prestasi (IP);
  6. Predikat kelulusan program Diploma Politeknik dinyatakan dengan besarnya bilangan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK);
  7. Penilaian sikap sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan oleh dosen dan pembimbing akademik yang bersangkutan;
  8. Penilaian dilakukan dengan dua pendekatan yaitu :
    1. Penilaian Acuan Normal (PAN)
    2. Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Pasal 11

Skala Penilaian

1. Konversi nilai mutlak ke nilai relatif adalah sebagai berikut :

Nilai Mutlak

Nilai Relatif

≥80-100

A

≥66-<80

B

≥54-<66

C

≥40-<54

D

<40

E

 

2. Prestasi akademik mahasiswa dinyatakan dengan Skala Nilai Relatif yang masing – masing mempunyai makna sebagai berikut :

Nilai Relatif

Bobot Prestasi

Makna Prestasi

A

4

Sangat Baik

B

3

Baik

C

2

Cukup

D

1

Kurang

E

0

Gagal

 

Pasal 12

Indeks Prestasi

1. Keberhasilan belajar yang dinyatakan dengan IP;

2. IP dihitung dengan rumus :

IPK =Σ(N.K)/Σ K

 

Keterangan :

N : Bobot Prestasi masing – masing mata kuliah

K : SKS mata kuliah

3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah ukuran keberhasilan belajar mahasiswa untuk seluruh semester yang sudah ditempuh;

4. IPK dihitung dengan rumus:

IPK = Σn i=1 (Ni.Ki)/Σn i=1 Ki

Keterangan :

Ni :   Bobot Prestasi semua mata kuliah yang telah ditempuh

Ki :      SKS semua mata kuliah yang telah ditempuh

n :      Jumlah mata kuliah yang telah ditempuh

5. Pada evaluasi akhir semester, untuk mata kuliah Pendidikan Pancasila/ Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama, mahasiswa tidak diperbolehkan mempunyai nilai kurang dari C;

6. Jika mahasiswa mempunyai nilai kurang dari C untuk mata kuliah seperti ayat (5), maka mahasiswa yang bersangkutan diberi kesempatan satu kali untuk mengikuti ujian perbaikan nilai sebelum yudisium pada semester yang bersangkutan.

 

Pasal 13

Penilaian Kelakuan Mahasiswa

1. Nilai akhir kelakuan mahasiswa diberikan setiap akhir semester dengan penilaian sebagai berikut :

Baik         = 3

Sedang    = 2

Kurang     = 1

2. Nilai kelakuan mahasiswa didasarkan atas tiga hal, yaitu :

  1. Penilaian dosen dengan bobot 10%
  2. Penilaian absensi dengan bobot 50%, terdiri dari :Penilaian khusus dengan bobot 40%
    • Nilai alpa dengan bobot 40%
    • Nilai izin dengan bobot 10%

3. Penilaian seperti yang dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut :

  1. Penilaian dari dosen adalah nilai rata – rata dari penilaian seluruh dosen yang mengajar dalam kelas yang sama per semester
  2. Penilaian absensi mempunyai kriteria sebagai berikut :
  • Nilai alpa:

(

(600-1200) menit          = 2

(>1200) menit               = 1

  • Nilai izin:

(

(1750-3500) menit        = 2

(>3500) menit               = 1

c. Penilaian kasus khusus  mempunyai kriteria sebagai berikut :

  • Mendapat “Teguran Lisan < 3 kali” diberi nilai 3
  • Mendapat “Teguran Tertulis 1-2 kali” diberi nilai 2
  • Mendapat “Surat Peringatan 1-2 kali” diberi nilai 2
  • Mendapat “Teguran Tertulis 3 kali” diberi nilai 1
  • Mendapat “Surat Peringatan 3 kali” diberi nilai 1

d. Mahasiswa mendapat Teguran Lisan, jika :

Melanggar Peraturan Akademik dan Tata Tertib Mahasiswa Pasal 19 kecuali ayat (1) huruf (f), (g), dan (h) serta norma – norma yang berlaku.

e. Mahasiswa mendapat Surat Peringatan dihitung berdasarkan ketidakhadiran (alpa).

f. Nilai akhir kelakuan mahasiswa adalah nilai pembulatan :

≥2,6 – 3           Pembulatannya 3

≥1,6 –

 

Pasal 14

Evaluasi

  1. Evaluasi kelulusan mata kuliah dilaksanakan setiap akhir semester;
  2. Ketidakhadiran mahasiswa (kecuali ketidakhadiran karena ditugaskan) pada setiap mata kuliah harus 80%, bila tidak, maka nilai mahasiswa yang bersangkutan pada mata kuliah tersebut maksimal C;
  3. Jika nilai rata – rata kelas untuk setiap mata kuliah < 65, maka rapat yudisium dapat melakukan koreksi sehingga nilai rata – rata kelas pada mahasiswa tersebut ≥ 65;
  4. Mahasiswa dinyatakan lulus penuhpada tiap semester bila :
    • IP semester ≥ 2,00, dan
    • Bahasa Indonesia, Agama, Pancasila/ Kewarganegaraan ≥ 2,00, dan tanpa Nilai E, dan Jumlah nilai D ≤ 7 SKS
  5. Mahasiswa dinyatakan lulus percobaanjenis Ipada tiap semester bila:
    • IP semester ≥ 2,00, dan Bahasa Indonesia, Agama, Pancasila/ Kewarganegaraan ≥ 2,00, dan
    • tanpa nilai E, dan Jumlah nilai D > 7 SKS
  6. Mahasiswa dinyatakan lulus percobaan jenis IIpada setiap semester bila:
    • IP semester 1,75 ≤ IP < 2,00, dan Bahasa Indonesia, Agama, Pancasila/ Kewarganegaraan ≥ 2,00, dan tanpa nilai E, dan Jumlah nilai D ≤ 7 SKS
  7. Mahasiswa dinyatakan tidak luluspada suatu semester bila:Mahasiswa yang termasuk kategori lulus percobaan diwajibkan melaksanakan perbaikan nilai satu kali untuk mata kuliah dengan nilai D. Waktu perbaikan dilaksanakan sebelum semester baru dimulai. Setiap nilai yang diperoleh melalui perbaikan nilai, nilai maksimum adalah C;Khusus untuk mahasiswa semester IV harus lulus penuh. Mahasiswa yang tidak lulus penuh pada akhir semester tersebut, diberi kesempatan ujian ulangan satu kali hanya untuk mata kuliah – mata kuliah yang bernilai D, dan waktunya akan diatur sebelum semester baru dimulai. Apabila ternyata masih gagal/ tidak lulus, maka mahasiswa dinyatakan tidak lulus.
    • IP semester < 1,75, atau Bahasa Indonesia, Agama, Pancasila/ Kewarganegaraan < 2,00, atau
    • ada nilai E, dan  dan jumlah nilai D > 7 SKS
  8. Mahasiswa yang Lulus Percobaan pada akhir semester V diberi satu kali kesempatan mengulang semua mata kuliah semester yang bersangkutan pada tahun akademik berikutnya;
  9. Mahasiswa semester akhir harus lulus penuh, dengan nilai masing – masing mata kuliah minimal C;
  10. Apabila ayat (8) tidak terpenuhi maka berlaku ketentuan berikut :
    1. Mahasiswa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian perbaikan nilai dalam waktu 3 bulan setelah pengumuman yudisium.
    2. Apabila masih gagal/tidak lulus, maka yang bersangkutan harus mengulang seluruh mata kuliah pada tahun akademik berikutnya dan untuk selanjutnya tidak diberi kesempatan lagi.

 

Pasal 16

Yudisium

  1. Pada setiap akhir semester dilakukan penentuan kelulusan (yudisium);
  2. Penentuan kelulusan (yudisium) dilakukan setelah rapat jurusan dan rapat pimpinan Politeknik;
  3. Yudisium ditentukan dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK);
  4. Yudisium pada akhir pendidikan diberikan Predikat Kelulusan sebagai berikut :

a. Dengan Pujian

Predikat Dengan Pujian diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :

      • IPK 3,51 – 4,00
      • Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) D III = 18
      • Tanpa Nilai D
      • Tanpa Lulus Percobaan
      • Lama studi tidak boleh lebih dari 3 tahun untuk program D III (tidak termasuk cuti akademik/ stop out).

Sangat Memuaskan

Predikat Sangat Memuaskan  diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut ;

    • IPK 2,76 – 3,50
    • Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) untuk D III ≥ 13,
    • Lulus Percobaan maksimal satu kali
    • Lama studi memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat (5) (tidak termasuk cuti akademik/ stop out).

c. Memuaskan

Predikat Memuaskan  diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :

    • IPK 2,00 – 2,75
    • Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) D III < 13

Pasal 17

Wisuda

  1. Politeknik Sekayu melakukan wisuda minimal 1 kali setahun
  2. Mahasiswa yang telah lulus yudisium akhir pendidikan dapat mengikuti wisuda dengan ketentuan telah menyelesaikan segala kewajibannya sebagai mahasiswa Politeknik Sekayu
  3. Kewajiban yang dimaksud pada ayat (2) akan diatur sendiri.

Pasal 18

Ijazah

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mahasiswa akan diberi ijazah dengan sebutan Ahli Madya ( A. Md) untuk D III sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional  Republik Indonesia Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi.

 

BAB V

TATA TERTIB

Pasal 19

Kedisiplinan

  1. Mahasiswa Politeknik diharuskan memiliki kedisiplinan tinggi yang meliputi :
    1. Hadir diruang kuliah tepat waktu
    2. Bertingkah laku baik
    3. Penampilan rapi yang tercantum dalam :Memelihara kebersihan dan keindahan di lingkungan kampus serta tidak membuang sampah di sembarang tempat.
      • Pakaian rapi dan sopan, khusus untuk laki – laki tidak memakai anting – anting, kalung, gelang, dan bertato.
      • Tidak memakai baju kaos tanpa kerah.
      • Selama kegiatan praktik memakai pakaian kerja bengkel/ lab.
      • Memakai pakaian seragam pada hari tertentu bagi mahasiswa non rekayasa.
      • Tidak diperkenankan memakai sandal, sepatu sandal dan sejenisnya.
      • Rambut rapi, dan khusus laki – laki berambut pendek, tidak menutup telinga dan tidak menutup krah.
    4. Tidak makan, minum, merokok, mengaktfkan telepon genggam dan melakukan kegiatan lain yang mengganggu proses pembelajaran di dalam gedung sekolah, laboratorium, bengkel, dan studio.
    5. Tidak melakukan Tindak Pidana, antara lain : Tidak mengorganisir atau melakukan kegiatan politik praktis di lingkungan Politeknik;
      • Membawa dan menggunakan Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Aditif lainnya).
      • Membawa dan menggunakan media pornografi serta tidak melakukan pornoaksi.
      • Membawa dan menggunakan senjata api, senjata tajam, dan sejenisnya.
      • Melakukan pencurian, penipuan, pemalsuan, dan perjudian.
      • Melakukan perkelahian didalam kampus.
    6. Bertanggung jawab dalam menjaga barang – barang milik Politeknik dari kerusakan dan kehilangan;
    7. Mematuhi peraturan – peraturan keselamatan kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan;
    8. Tidak mengganggu ketertiban di dalam kampus antara lain : mengendarai kendaraan dengan suara yang keras dan kecepatan tinggi serta tidak memarkir kendaraan di sembarang tempat, misal : koridor);
    9. Mematuhi peraturan – peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.

2. Pelanggaran terhadap peraturan – peraturan tersebut di atas akan dikenakan sanksi. Sanksi dapat terdiri dari penambahan tugas/kerja kompensasi, penggantian kerusakan alat, teguran lisan maupun tertulis, atau diberhentikan dari Politeknik Sekayu.

 

Pasal 20

Ketidakhadiran/ absen yang diizinkan

  1. Tidak hadir di kelas hanya diizinkan dengan alasan sakit, mendapat kecelakaan, atau disebabkan keperluan penting yang mendesak;
  2. Bila tidak hadir karena alasan sakit atau kecelakaan, harus ada surat dari orang tua/ wali disertai dengan surat keterangan dokter kepada Ketua Jurusan atau Pembimbing Akademik. Apabila surat izin dari orang tua/ wali tidak disertai surat keterangan dokter maka surat tersebut hanya berlaku untuk satu hari, dan ketidakhadiran pada hari berikutnya dianggap alpa;
  3. Bila tidak hadir karena keperluan penting yang sangat mendesak seperti (orang tua atau saudara kandung meninggal, sakit keras, atau yang bersangkutan mengalami kecelakaan), paling lambat dalam dua hari Ketua Jurusan atau yang ditunjuk untuk menanganinya harus sudah menerima pemberitahuan tertulis. Pada saat hadir kembali mahasiswa tersebut diharuskan membawa surat dari orang tua/ walinya yang menyatakan alasan ketidakhadiran tersebut;
  4. Tidak hadir kurang dari satu hari harus mendapat izin Ketua/ Sekretari Jurusan/ Ketua Program Studi/ Pembimbing Akademik dan dosen yang bersangkutan;
  5. Tidak hadir lebih dari satu hari sampai dengan tiga hari, izin harus diminta secara tertulis kepada Ketua Jurusan sehari sebelumnya;
  6. Tidak hadir lebih dari tiga hari, izin harus diminta secara tertulis kepada Pembantu Direktur I yang disetujui oleh Ketua Jurusan sekurang – kurangnya satu hari sebelumnya;
  7. Mahasiswa yang tidak hadir dalam perkuliahan mendapat tugas dari lembaga dengan membuktikan Surat Tugas maka statusnya ditugaskan;
  8. Ketua/ Sekretaris Jurusan atau Pembimbing Akademik berhak menentukan apakah surat izin ketidak hadiran diterima atau ditolak.


Pasal 21

Sanksi Ketidakhadiran

1. Absen tanpa izin dan keterlambatan hadir akan dikenakan peringatan lisan maupun tulisan dengan sanksi kompensasi sebagai berikut:

Keterlambatan/ meninggalkan pelajaran sebelum waktunya

Sanksi

5 menit sampai 2 jam belajar

Diberi sanksi kompensasi 4 (empat) kalinya

Lebih dari 2 jam belajar

Dianggap tidak hadir tanpa izin selama satu hari (satu hari selalu dihitung 6 jam) Kompensasinya 1,5 kalinya (1,5 x 6 = 9 jam)

1 hari

Kompensasinya 10 jam


2. Pelaksanaan kompensasi akan diatur dalam buku pedoman tersendiri;

3. Pengaturan waktu kompensasi sebagai berikut :

  1. Untuk semester 1, 2, 3, dan 4 pelaksanaan harus dilakukan setelah yudisium dan harus selesai sebelum masuk semester berikutnya.
  2. Untuk semester 5 dan semester akhir pelaksanaannya dapat diakumulasikan setelah selesai yudisium semester akhir atau sebelum wisuda.
  3. Apabila kompensasi tidak dilaksanakan, maka :
    • KHS, ijazah, dan Transkrip yang bersangkutan tidak akan diberikan, baik copy maupun asli.
    • Sanksi kompensasi dikalikan 2 kali.
    • Tidak direkomendasikan mendapat beasiswa.
  4. Absen tanpa izin akan dijumlahkan pada setiap semester. Surat Peringatan (SP) akan dikirimkan kepada mahasiswa dan orang tua/ walinya sebagai berikut :
    • Absen tanpa izin mencapai 12 jam belajar diberikan Surat Peringatan I.
    • Absen tanpa izin mencapai 24 jam belajar diberikan Surat Peringatan II.
    • Absen tanpa izin mencapai 30 jam belajar diberikan Surat Peringatan III.
    • Absen tanpa izin mencapai 35 jam belajar diberikan Surat Keputusan Pemberhentian dari Politeknik.

 

Pasal 22

Batas Maksimum Ketidakhadiran/absen

  1. Bila jumlah absen dengan dan tanpa izin (sakit, izin, alpa) mencapai 140 jam belajar dalam satu semester, maka mahasiswa yang bersangkutan harus mengajukan Stop Out atau yang bersangkutan maksimal Lulus Percobaan;
  2. Khusus mahasiswa semester 1 dan 2, bila jumlah absen dengan dan tanpa izin (sakit, izin, alpa) mencapai 140 jam belajar dalam satu semester, maka yang bersangkutan dinyatakan Drop Out.


Pasal 23

Organisasi Kelas

  1. Setiap kelas harus mempunyai organisasi kelas yang dipimpin oleh Ketua Kelas.
  2. Ketua Kelas mempunyai tugas sebagai berikut :
    1. Membentuk struktur organisasi kelas sesuai dengan kebutuhan. Mengambil dan menyerahkan Daftar hadir beserta lampirannya kepada Administrasi Jurusan setiap hari.
    2. Melaporkan jam kosong di kelasnya kepada Pembimbing Akademik/ Sekretaris Jurusan/ Ketua Program Studi.
    3. Menjaga ketertiban dan kebersihan kelas serta fasilitas yang ada di kelas.

 

BAB VI

PENGHARGAAN, PERINGATAN DAN SANKSI

Pasal 24

Penghargaan

  1. Politenik Sekayu memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademis dan non-akademis
  2. Bentuk dan jenis penghargaan kepada mahasiswa berprestasi ditentukan dalam aturan tersendiri.


Pasal 25

Teguran Lisan dan Teguran Tulisan

  1. Peringatan akan diberikan berupa Teguran Lisan maupun Teguran Tertulis, tergantung pada pelanggaran pasal – pasal kedisiplinan.
  2. Peringatan diberikan oleh Ketua Jurusan berdasarkan laporan dari civitas akademika dan tenaga administrasi dalam Lingkungan Politeknik.
  3. Teguran Lisan diberikan dengan Berita Acara yang disediakan di setiap Jurusan.
  4. Teguran Tertulis akan diberikan bila telah mendapat 2 kali  Teguran Lisan dan/ atau tergantung pada pelanggaaran jenis kedisiplinan.
  5. Teguran Tertulis diberikan kepada mahasiswa oleh Ketua Jurusan dengan tembusan kepada Direktur dan orang tua/ wali, dan akan dicatat pada data pribadi mahasiswa yang akan mempengaruhi penilaian kelakuan mahasiswa.

 

Pasal 26

Pemberhentian Alasan Kedisiplinan

  1. Mahasiswa akan diberhentikan dari Politeknik dengan alasan disiplin bila terdapat satu dari keadaan berikut ini :Berdasarkan bukti dari alasan yang ada, pemberhentian mahasiswa diputuskan dalam suatu rapat jurusan kecuali ayat (1) huruf (a) dan (c);Mahasiswa akan menerima surat pemberhentian yang ditandatangani oleh Direktur dan akan dikirimkan kepada orang tua/ wali.
    1. Melakukan tindak pidana sebagaimana tersebut pada pasal 19 ayat (1) huruf (f).
    2. Mendapat Surat Peringatan sesuai pasal 21 ayat (3) huruf (d).
    3. Untuk kasus tertentu yang tidak termasuk dalam huruf (a) sampai huruf (c) akan ditentukan dalam rapat khusus

 

BAB VII

PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Pasal 27

Bahan dan Peralatan

  1. Setiap mahasiswa bertanggungjawab terhadap bahan dan/ atau peralatan yang dipercayakan kepadanya, baik di Laboratorium, Bengkel, Studio, maupun di kelas.
  2. Apabila mahasiswa menerima bahan dan/ atau peralatan yang rusak atau tidak lengkap, segera melapor kepada dosen/ instruktur/ teknisi yang bersangkutan.
  3. Mahasiswa segera melaporkan kepada dosen/ instruktur/ teknisi yang bersangkutan bila merusak/ menghilangkan bahan dan/ atau peralatan yang dipercayakan kepadanya.
  4. Mengabaikan peraturan pada ayat (1), (2), dan (3) dianggap sebagai pelanggaran disiplin yang berat.

 

Pasal 28

Penggantian

  1. Berdasarkan laporan dari dosen/ instruktur/ teknisi yang bersangkutan, Ketua Jurusan akan menentukan apakah mahasiswa akan didenda atau tidak terhadap bahan/ peralatan yang rusak / dihilangkannya.
  2. Penggantian kerusakan/ kehilangan bahan/ peralatan akan ditentukan oleh Ketua Jurusan untuk dilaporkan kepada Direktur.
  3. Pelaksanaan penggantian kerusakan/ kehilangan bahan/ peralatan diatur dalam Pedoman Penggantian Kerusakan Bahan/ Peralatan.

 

BAB VIII

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

Pasal 29

Pengertian dan Tujuan

  1. Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan mahasiswa diluar jam kuliah yang menyangkut kegiatan bidang penalaran, bidang minat bakat dan kegemaran, serta bidang kesejahteraan mahasiswa.
  2. Kegiatan ekstra kurikuler bertujuan untuk menghasilkan alumni yang mandiri dan berprikebribadian.

Pasal 30

Kegiatan

Kegiatan ekstra kurikuler direncanakan dan diorganisir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) atas persetujuan Pimpinan Politeknik.

 

Pasal 31

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana untuk kegiatan ekstra kurikuler disediakan oleh Politeknik dan penggunaannya diatur oleh pimpinan Politeknik.

 

BAB IX

STOP OUT DAN PENGUNDURAN DIRI

Pasal 32

Penafsiran Stop Out

  1. Stop Out adalah Cuti Akademik yang didapat dengan mengajukan usul tertulis dan mendapat persetujuan dari Direktur.
  2. Usulan Stop Out diajukan oleh mahasiswa diatas kertas bermaterai yang diketahui oleh Orang Tua/ Wali.
  3. Stop Out yang diizinkan adalah Stop Out dengan alasan  sakit, atau telah memenuhi ketentuan pada pasal 22 ayat (1).
  4. Untuk mahasiswa semester 1, Stop Out diizinkan hanya karena alasan sakit dan harus mendapatkan persetujuan direktur melalui rapat khusus dengan mempertimbangkan anggaran akibat keputusan stop out tersebut .
  5. Mahasiswa yang Stop Out diwajibkan mendaftar ulang di semester yang sama pada tahun akademik berikutnya.

 

Pasal 33

Ketentuan Pengunduran  Diri

  1. Pengunduran diri sudah dilakukan jika  sudah memenuhi ketentuan Pasal 7
  2. Pengunduran diri sebagai mahasiswa Politeknik Sekayu dengan surat tertulis yang ditujukan kepada direktur diatas kertas bermaterai yang diketahui oleh Orang Tua/ Wali.

Pasal 34

Sanksi Pengunduran  Diri

Pengunduran diri sebagai mahasiswa Politeknik Sekayu dikenai sanksi dalam bentuk pengembalian dana yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten MUBA sesuai dengan ketentuan pasal 9 , dengan besar nominal dan mekanisme  pembayaranya ditentukan Direktur Politeknik berdasarkan persetujuan senat.

 

BAB X

KETENTUAN AKHIR

Pasal 35

Penafsiran

Dalam hal keragu – raguan dari Peraturan Akademik ini, Direktur berhak membuat penafsiran dan kebijaksanaan yang dianggap paling tepat setelah Rapat Khusus.

 

Pasal 36

Peraturan Tambahan

Peraturan – peraturan lain sebagai tambahan kan mengatur hal – hal khusus yang merupakan satu kesatuan dengan peraturan ini.

 

Pasal 37

Pelaksanaan

Pelaksanaan Peraturan Akademik dan Tata Tertib Mahasiswa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa segala sesuatu akan diubah dan/ atau diperbaiki sebagaimana mestinya apabila terdapat ketentuan baru dalam peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.

 

Ditetapkan di    :  Sekayu

Tanggal            :  5 Mei 2010

Direktur,

 

 DTO

 

Drs. Yulianto Wasiran, MM

 


Update : 2017-04-04 15:19:16
Untitled Document

Pengumuman
Agenda
Ikuti Kita
Jejaring Sosial


Tautan
Statistik Pengunjung
info_pengunjung
IP : 54.80.188.87
Browser :
OS :
Visit : 4 Total: 2968
Hit : 30 Total: 12397
Online : 1 user

Program Studi Akuntansi | Politeknik Sekayu
Jl. Let. Munandar Kel. Kayuara, Kec. Sekayu, Kab. Musi Banyuasin
Prop. Sumatera Selatan - Indonesia [30711]
Telp.: 0714-321099 Fax.: 0714-321099
Email : prodi.ak@polsky.ac.id
Web : ak.polsky.ac.id
Jejaring

© 2017-2018 Prodi Akuntansi | UPT Jarkom Sisfo Politeknik Sekayu [polsky]
 
Loading Time : 0.049